Skip to main content
Inilah Pekerjaan Perawat Sebenarnya Saat di Rumah Sakit atau Puskesmas

Inilah Pekerjaan Perawat Sebenarnya Saat di Rumah Sakit atau Puskesmas

Kalau kamu bayangin perawat itu kerjaannya cuma menyuntik, pasang infus, atau sekadar tensi darah pasien, jujur kamu nggak salah-salah amat. Tapi gambaran itu cuma secuil dari realita yang kalian atau perawat terlihat duduk sambil main hape, ahh... Selama bertahun-tahun saya sering ditanyain seperti itu sama teman-teman saya, eh bro enak ya jadi perawat hanya gitu-gitu doang... saya ketawa saja mendengar pertanyaan dan setelah itu barulah saya menjelaskan kalau pekerjaan perawat rumah sakit tidak seperti yang elu bayangin bro, ini itu dan segala macamnya hampir semua perawat yang ngerjain.

Dengan menjawab pertanyaan dari teman saya tersebut secara sederhana dan gak terlalu ilmiah, dia akhirnya paham kalau pekerjaan perawat rumah sakit atau pun di puskesmas atau pun di klinik itu sangat lengkap. Memang ada yang terlihat santai, sibuk, sibuk banget, karena itu semua tergantung dari komposisi tindakan yang ada di masing-masing ruangan. Ini porsinya sebagai perawat.

Diluar porsinya sebagai perawat, mereka itu bisa melakukan apa saja yang tidak bisa dilakukan oleh siapapun didalam ruangan itu, atau bisa dikatakan dilingkup tempat mereka bekerja. Loh kok bisa? Bisa dong...

Inilah Pekerjaan Perawat Sebenarnya Saat di Rumah Sakit atau Puskesmas

Sedikit ungkapan dari saya, berdirinya sebuah fasilitas kesehatan itu sering kali bersandar pada ketahanan fisik dan mental tim keperawatan. Jika tidak ada tim keperawatan, fasilitas kesehatan itu tidak akan berjalan dengan baik. Kenapa kok bisa seperti itu? Mari kita bongkar apa saja yang sebenarnya mereka kerjakan begitu masuk jam dinas, dari urusan medis sampai hal-hal teknis yang kadang bikin kita geleng-geleng kepala.

Realita Pekerjaan Perawat Rumah Sakit

Menurut saya, dunia fasilitas kesehatan itu dinamis banget. Pasien datang dengan beragam keluhan dan kondisi, sementara jumlah personel sering kali terbatas. Dari situasi dan kondisi sepert ini memaksa perawat memegang banyak peran sekaligus dalam satu shift kerja. Bukannya mau menolak atau tidak mau mengerjakan yang bukan pekerjaannya, mereka itu sudah terbiasa seperti itu, jika salah satu bagian tidak dikerjakan, maka akan terhenti pelayanannya ke pasien.

Biar ada gambaran jelas, ini dia daftar pekerjaan sampingan perawat diluar pekerjaan inti yang harus mereka lakukan saat bekerja, apalagi ketika shift sore atau malam:

  • Petugas Administrasi dan Edukator Biaya

    Perawat harus mengurus berkas klaim, entri data rekam medis, sampai memberikan KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) soal rincian pembayaran ke keluarga pasien. Saat ada kendala sistem atau kartu BPJS bermasalah, perawat pula yang harus menanyakan kebagian admisi atau pihak terkait.

  • Tenaga Kebersihan Darurat

    Memang ada petugas cleaning service, tapi kalau tengah malam ada pasien muntah, cairan infus tumpah, atau darah berceceran di lantai ruangan, perawat yang langsung pegang kain pel dan disinfektan demi menjaga sterilitas area.

  • Eksekutor Resep dan Penjelas Diagnosa

    Tidak jarang dokter penanggung jawab pasien (DPJP) sedang ada tindakan operasi darurat atau visit di tempat lain. Dalam kondisi ini, perawat sering kali membantu menyalin instruksi medis ke lembar resep, lalu menjelaskan diagnosa penyakit ke pasien dengan bahasa yang mudah dipahami.

  • Konsultan Gizi Dadakan

    Lembar diet pasien memang dirancang oleh nutrisionis. Namun saat jam makan tiba, terkadangn perawat yang memberikan penjelasan dari catatan gizi itu ke pasien. Mereka harus memastikan makanan itu dimakan, sambil mengedukasi kenapa pantangan tertentu wajib dipatuhi.

  • Teknisi Alat Medis Ringan

    Tiang infus macet, roda tempat tidur pasien tersangkut, atau monitor jantung yang mendadak berbunyi aneh karena kabel kendor? Sebelum teknisi elektromedis datang, perawat yang meraba-raba dan memperbaiki kerusakan tersebut agar pelayanan tetap jalan.

Menjaga Pasien Saat Seluruh Gedung Tertidur

Ini memang bagian dari resiko pekerjaan yang memiliki waktu kerja pada malam harim ya ahrus melek atau tidur sebentar atau bergantian agar semuanya tetap aman. Dan pastinya, yang shift malam ini harus memiliki kewaspadaan yang cukup tinggi.

Saya pernah mengalami sibuknya ruang perawatan sampai jam tiga pagi atau hampir Subuh. Di saat orang lain tidur nyenyak, saya dan tim hampir tidak punya kesempatan buat merem. Monitor tanda vital harus dicek berkala, cairan infus yang habis wajib diganti tepat waktu, dan bel panggilan dari kamar pasien bisa berbunyi kapan saja, serta melakukan tindakan yang belum selesai.

Shift Kerja Fokus Utama Kegiatan Tantangan Terbesar
Pagi (Shift 1) Mandikan pasien, visit dokter, tindakan medis rutin, operan dinas. Volume pasien dan keluarga pasien sangat padat.
Siang (Shift 2) Pemberian obat sore, edukasi keluarga, observasi perkembangan. Masa krusial jam besuk dan rujukan pasien baru.
Malam (Shift 3) Observasi ketat, admin harian, tindakan darurat. Menahan kantuk berat sambil menjaga keselamatan jiwa pasien.

Multitasking Tanpa Henti dari Kamar ke Kamar

Pola kerja di puskesmas atau rumah sakit menuntut fleksibilitas tinggi dan adaptif. Baru saja selesai memasang selang makan (NGT) ke pasien stroke, seorang perawat bisa langsung dipanggil keluarga pasien lain karena urusan seprai yang basah. Belum sempat duduk buat mencatat rekam medis, ada pasien baru masuk yang dikirimkan dari ruang lainnya.

Kemampuan merangkap tugas ini bukan karena mereka ingin terlihat hebat, melainkan tuntutan keadaan. Sistem pelayanan kesehatan kita memang berjalan karena fleksibilitas para tenaga medis di lapangan.

  1. Melakukan pengkajian awal saat pasien baru tiba di ruangan.
  2. Menyiapkan dan memberikan obat sesuai dosis dan jam yang ditentukan.
  3. Mencatat seluruh perkembangan kondisi fisik dan respon psikologis pasien.
  4. Merawat luka, mengganti perban, dan memastikan drainase berfungsi baik.
  5. Menjadi jembatan komunikasi antara dokter, ahli gizi, apoteker, dan keluarga pasien.

Sudut Pandang Pengalaman di Ruang Rawat

Pernah beberapa waktu yang lalu saya menjadi keluarga pasien. Kalau diingat-ingat saat keluarga saya sempat dirawat beberapa hari di rumah sakit daerah, saya makin paham betapa besarnya porsi pekerjaan perawat rumah sakit dalam menentukan kenyamanan pasien. Kalau orang lain pasti sudah berpikir mereka hanya bertugas memberikan obat dan mengukur tekanan darah tiap pagi. Iya kan?

Ternyata saat ada masalah kendala administrasi pembayaran kamar yang bikin bingung, perawat ruangan yang sabar menjelaskan alur klaimnya sampai tuntas. Waktu tombol darurat di atas kasir dipencet karena kran kamar mandi mendadak bocor dan menggenangi lantai, perawat juga yang sigap mematikan stop keran sambil memanggil petugas maintenance.

Interaksi sehari-hari itulah yang bikin suasana rumah sakit yang menyeramkan jadi terasa lebih manusiawi. Perawat bukan cuma mengobati fisik, tapi juga mengelola emosi pasien dan keluarganya yang sedang cemas.

Tantangan yang Jarang Terlihat Pembesuk

Banyak dari kita cuma melihat perawat saat mereka tersenyum di nurse station atau saat mereka datang membawa spuit suntikan. Padahal di balik layar, tekanan yang mereka hadapi cukup besar. Bukan dari pekerjaan yang mereka jalani tapi dari berbagai aspek yang mereka rasakan.

Tingkat kelelahan fisik akibat berdiri berjam-jam, ditambah risiko terpapar penyakit menular, jadi makanan sehari-hari. Belum lagi tuntutan kesabaran saat menghadapi pasien yang gelisah atau keluarga yang emosional. Keadaan ini membuat mereka harus membagi fokus antara empati manusiawi dan ketelitian prosedur medis.

Ketika kamu melihat seorang perawat berjalan cepat di koridor sambil membawa tumpukan berkas dan peralatan medis, ingatlah kalau dia sedang menjalankan lima pekerjaan berbeda sekaligus demi memastikan roda pelayanan di fasilitas kesehatan itu tetap berputar dengan aman.

Medika Kreatif
Penulis:
Medika Kreatif
Medika Kreatif: Asisten digital, solusi web kreatif, templa…

Tinggalkan komentar