Skip to main content
Ternyata Sakit itu Mahal dan Sehat itu Murah yaa...

Ternyata Sakit itu Mahal dan Sehat itu Murah yaa...

Kadang saya suka tersenyum sendiri kalau mendengar orang mengeluh, "Duh, mau hidup sehat zaman sekarang mahal banget ya.", padahal yang ngomong itu dalam keadaan sakit loh. Lah saya berpikir, loh ngga kebalik ya? Bukannya saat sakit itu mahal semuanya? Karena apa-apa yang diinginkan jadi terbatas dan dibatasi. Iya ngga'?

Ternyata Sakit itu Mahal dan Sehat itu Murah yaa

Kalau kita ingat kalimat sesuai judul artikel ini Sakit itu Mahal dan Sehat itu Murah, mungkin kebalik dengan ungkapan sebelumnya yang sering diucapkan banyak orang yaitu Sehat itu Mahal. Kalau menurut saya ya sesuai judul artikel ini yang benar. Kenapa? Karena kondisi standar tubuh manusia itu sebenarnya sehat, sejak dilahirkan lebih dari 90% bayi lahir dalam keadaan sehat tanpa membawaa penyakit bawaan.

Manusia dilahirkan dalam keadaan sehat, tumbuh dan berkembang dengan baik seiring dengan pemunuhan kebutuhan pada tubuhnya, yaitu makan, minum, istirahat dan beraktivitas. Semua itu dilakukan dalam keadaan baik dan seimbang tanpa kekurangan apapun. Oiya ini bukan tentang keadaan manusia dalam kondisi ekonomi kaya atau kekurangan dalam hal sehat dan sakit, tapi secara dasar semua kebutuhan manusia itu seimbang dengan dengan perjalan hidup mereka.

Kalau dibilang, iya kalau kaya bisa terpenuhi semuanya, mulai dari lahir pasti kebutuhannya selalu terpenuhi. Bukan, sebuah keluarga yang sudah kaya pun ketika melahirkan seorang anak, ternyata kondisi si bayi ada yang tidak sehat dan bukan perawatan khusus. Begitu juga yang tidak mampu, lahir dalam keadaan ekonomi kurang tercukup ternyata memiliki anak yang sehat semuany.

Jadi ungkapan sakit itu mahal atau sehat itu murah lebih kepernyataan setiap individu saja dalam menyikapinya. Misalkan nih kamu dalam keadaan sehat sekarang, benar-beanr fit dan tidak ada keluhan apapun, apa yang kamu rasakan? Tenang, santai, tidak ada beban, mau makan apapun tidak ada pantangan, mau laripun bisa, istirahat baik, seering kumpul sama teman ngopi bareng dan melakukan semua aktivitas tanpa ada keluhan apapun. Iya kan?

Coba bandingkan ketika kamu sakit, apa yang kamu rasakan? Hanya satu kalimat: Terbatas! Apapun semuanya jadi terbatas, tidak enak, tidak bebas, banyak keluhan, mau ini susah mau itu sulit, bahkan sampai gak mandi berhari-hari. Dan juga mempengaruhi orang terdekat yang pastinya sibuk ngurusi yang sakit, bingung, capek dan akhirnya sakit juga.

Mengapa Sakit itu Mahal?

Mungkin ada yang membatin, "Kan sekarang sudah ada BPJS Kesehatan, jadi kalau sakit ya tinggal berobat gratis." Secara teori medis dan administrasi, memang benar biaya dokter, rawat inap, hingga obat-obatan utama ditanggung oleh jaminan kesehatan pemerintah tersebut. Tapi, apakah pengeluaran berhenti di situ saja? Tentu saja tidak.

Pengalaman mendampingi kerabat yang harus berobat jalan secara rutin di rumah sakit membuka mata saya lebar-lebar akan kebutuhan biaya beribat ini. Biaya medis yang dicover BPJS itu hanya satu bagian dari sekian banyak pengeluaran. Ada tumpukan biaya tidak terduga atau hidden costs yang jarang diperhitungkan orang ketika tubuh masih segar bugar.

Coba dah hitung beberapa pengeluaran nyata yang pasti keluar saat seseorang jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit atau puskesmas,atau waktu kontrol. Nah dibawa ini beberapa hal yang menjadi pengeluaran tambahan saat sakit:

  • Transportasi Bolak-balik Ongkos bensin, tol, sewa mobil, atau tarif ojek online menuju rumah sakit yang harus dikeluarkan setiap kali jadwal kontrol tiba.
  • Kebutuhan Harian Ekstra Biaya makan saat menjaga pasien dirumah sakit yang harus beli di kantin rumah sakit, biaya popok dewasa, tisu basah, hingga penyewaan alat bantu seperti kursi roda atau tabung oksigen portabel jika dibutuhkan.
  • Penguat dan Nutrisi Tambahan Susu khusus medis, suplemen pendamping, atau makanan khusus yang tidak disediakan oleh pihak rumah sakit namun sangat dibutuhkan pasien untuk proses pemulihan.
  • Penurunan Produktivitas Kehilangan potensi penghasilan harian bagi pekerja mandiri atau pemotongan gaji karena harus mengambil cuti di luar tanggungan dalam jangka waktu lama karena menjaga keluarga yang sedang opnam di rumah sakit.

Belum lagi urusan tekanan mental keluarga yang mengurus pasien selama opname, pasti capek. Waktu yang seharusnya dipakai untuk bekerja, berkarya, atau berkumpul bersama anak istri harus tersita di ruang tunggu rumah sakit. Semakin lama masa pemulihan, semakin tebal juga tabungan yang terkuras. Dari gambaran kasar ini saja, sangat jelas kalau sakit itu mahal dan efek atau kondisi ini bisa mengguncang finansial sebuah keluarga.

Kenapa Sehat itu Murah?

Bandingkan pengeluaran pengobatan tadi dengan biaya yang perlu dikeluarkan untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit. Untuk mempertahankan stamina dan imunitas, kita sebenarnya tidak membutuhkan peralatan canggih atau fasilitas berbiaya tinggi. Fondasi utama tubuh yang bugar justru terletak pada konsistensi kebiasaan kecil harian yang sifatnya hampir tanpa biaya.

Menjaga fisik agar terus berfungsi optimal itu tergolong sangat sederhana dan caranya pun sangat mudah dan murah. Tubuh manusia dirancang untuk bergerak dan merespons pola hidup alami secara intuitif. Kalau dirinci, investasi harian yang dibutuhkan benar-benar terjangkau oleh siapa saja.

Berikut adalah rutinitas dasar harian yang membuktikan kalau sehat itu murah:

  1. Bangun Pagi dan Mandi Air Segar

    Menghirup udara bersih di pagi hari membuka paru-paru secara maksimal dan pastinya bikin lega. Mandi pagi dengan air bersih membantu melancarkan sirkulasi darah dan menyegarkan sistem saraf tanpa biaya ekstra.

  2. Hidrasi Cukup dengan Air Putih

    Menjaga asupan cairan menggunakan air minum biasa setiap pagi sangat bagus. Tidak perlu membeli minuman kemasan bernutrisi mahal; air putih matang sudah cukup menjaga fungsi ginjal dan metabolisme.

  3. Olahraga Ringan di Luar Ruangan

    Jalan kaki keliling kompleks pemukiman selama 20 hingga 30 menit, stretching di teras rumah, atau melakukan gerakan sederhana seperti push-up dan squat. Tidak ada biaya pendaftaran maupun sewa alat hanya untuk aktivitas kecil ini tapi menyehatkan.

  4. Istirahat Tidur yang Cukup

    Mematikan lampu kamar dan tidur berkualitas selama 7 jam tiap malam itu adalah anugerah banget. Aktivitas ini adalah proses regenerasi sel paling ampuh yang diberikan alam secara cuma-cuma.

Semua kegiatan di atas tidak membutuhkan kartu keanggotaan gim atau pakaian olahraga bermerek. Yang dibutuhkan hanyalah kemauan untuk meluangkan waktu dan disiplin pada diri sendiri.

Perbandingan Langsung Pengeluaran Sehat vs Sakit

Agar lebih gampang dipahami,ada perbandingan simulasi antara investasi gaya hidup sehat sederhana dengan biaya menjaga pasien saat opname dalam rentang waktu bulanan. Cek tabelnya yaa

Komponen Gaya Hidup Sehat Sederhana Kondisi Sakit (Rawat Jalan / Inap)
Aktivitas Fisik Rp0 (Jalan kaki, jogging di taman) Rp0 (Namun mobilitas sangat terbatas)
Konsumsi Minum Murah (Air putih matang harian) Mahal (Susu medis khusus / cairan infus tambahan)
Transportasi Rp0 (Cukup beraktivitas di sekitar rumah) Ratusan ribu hingga jutaan (Bolak-balik klinik/RS)
Dampak Penghasilan Tetap bekerja dan produktif secara penuh Bisa terhenti karena harus tirah baring (bed rest)
Status Emosional Pikiran lebih tenang dan segar Tingkat stres tinggi bagi pasien & keluarga

Tabel di atas memperlihatkan jurang perbedaan yang sangat jauh antara kondisi tubuh yang sehat dan sakit. Kerika tubuh sehat tidak membebankan dompet kamu untuk menjaga tubuh tetap optimal, sedangkan dampak saat jatuh sakit menjangkau aspek finansial hingga psikologis sekaligus dan yang lainnya yang kadang tidak kamu duga.

Ubah Pola Hidup Agar Tetap Sehat

Kerap kali orang beralasan tidak punya waktu untuk berolahraga atau memasak makanan bergizi sendiri karena kesibukan kerja yang menumpuk. Kita rela bekerja belasan jam sehari mencari nafkah, tetapi lupa menyisihkan 30 menit saja untuk merawat aset terpenting yang membuat kita bisa bekerja, yaitu tubuh kita sendiri, iya kan?

Pola pikir ini yang perlu kita ubah perlahan karena banyak kan dari kita tidak mau ribet hanya urusan sepele yang padahal memiliki dampak yang sangat baik untuk kesehatan. Menyediakan makanan dalam porsi sehat tanpa olahan berlebih, menyempatkan bergerak tiap pagi, serta menyaring stres bukan bentuk kemewahan, adalah bentuk perawatan paling dasar agar mesin tubuh kita tidak mogok di tengah jalan.

Jangan sampai uang yang kita kumpulkan dengan susah payah selama bertahun-tahun habis begitu saja hanya untuk membayar biaya pemulihan kesehatan di masa tua.

Mulai hari ini, cobalah melihat kesehatan sebagai modal awal, bukan beban pengeluaran. Ketika tubuh kita fit, pikiran jernih, dan energi terisi penuh, peluang untuk berkarya, mencari rezeki, serta menikmati hidup bersama orang-orang terkasih akan terbuka jauh lebih lebar.

Tubuh ini adalah satu-satunya tempat yang kita miliki untuk tinggal seumur hidup. Merawatnya sejak dini dengan cara-cara sederhana adalah keputusan paling bijak dan paling hemat yang bisa kita buat. Jaga kesehatanmu selagi sempat, sebelum kamu dipaksa meluangkan waktu dan biaya yang sangat besar saat sakit itu datang.

Medika Kreatif
Penulis:
Medika Kreatif
Medika Kreatif: Asisten digital, solusi web kreatif, templa…

Tinggalkan komentar